Kerjasama Pengelolaan Perbatasan Indonesia–Malaysia: Prospek dalam Mewujudkan Kawasan Perbatasan yang Aman dan Sejahtera
DOI:
https://doi.org/10.62771/pk.v3i2.38Kata Kunci:
Kerjasama Bilateral; Tata Kelola Perbatasan; Keamanan Manusia; Indonesia-Malaysia; KesejahteraanAbstrak
Border areas are a strategic manifestation of territorial sovereignty for national integrity and natural resource management. However, these regions often face complex challenges regarding human security, such as poverty and food insecurity. This research aims to explore the dynamics of bilateral cooperation between Indonesia and Malaysia in realizing a secure and prosperous border, focusing on the land territory of Kalimantan as well as the maritime regions of the Malacca Strait and the Celebes Sea. Using a qualitative descriptive-analytical approach with a case study method, this research relies on secondary data from policy documents and academic literature. The research results identify five main dimensions of cooperation: territorial boundary affirmation, security (joint patrols), economy (revitalization of State Border Posts), social-labor relations, and environmental protection. Although institutional cooperation has been established, its effectiveness is hindered by maritime delimitation disputes, economic development disparities, the prevalence of illegal activities through "unofficial paths" (jalur tikus), and weak domestic inter-agency coordination. Theoretically, this study emphasizes that regional stability is no longer sufficient through traditional security approaches alone; community welfare and access to basic services have become the primary keys. As a future strategy, this research recommends accelerating diplomacy for boundary disputes, digitalizing surveillance through drone technology, and empowering the local economy through MSMEs to strengthen national loyalty. Academically, this research contributes to international relations studies regarding functional border governance that balances sovereignty control with the dynamics of cross-border socio-economic interaction.
Wilayah perbatasan merupakan manifestasi kedaulatan teritorial yang strategis bagi keutuhan negara dan pengelolaan sumber daya alam. Namun, kawasan ini sering menghadapi tantangan kompleks terkait keamanan manusia (human security), seperti kemiskinan dan kerawanan pangan. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi dinamika kerjasama bilateral Indonesia–Malaysia dalam mewujudkan perbatasan yang aman dan sejahtera, dengan fokus pada wilayah darat Kalimantan serta kawasan maritim Selat Malaka dan Laut Sulawesi. Menggunakan metode kualitatif deskriptif-analitis dengan studi kasus, penelitian ini mengandalkan data sekunder dari dokumen kebijakan dan literatur akademik. Hasil penelitian mengidentifikasi lima dimensi utama kerjasama: penegasan batas wilayah, keamanan (patroli bersama), ekonomi (revitalisasi Pos Lintas Batas Negara), sosial-ketenagakerjaan, dan perlindungan lingkungan. Meskipun kerjasama institusional telah terjalin, efektivitasnya terhambat oleh sengketa delimitasi maritim, ketimpangan pembangunan ekonomi, maraknya aktivitas ilegal melalui "jalur tikus", serta lemahnya koordinasi antarlembaga domestik. Secara teoritis, kajian ini menekankan bahwa stabilitas kawasan tidak lagi cukup hanya dengan pendekatan keamanan tradisional; kesejahteraan masyarakat dan akses terhadap layanan dasar menjadi kunci utama. Sebagai strategi ke depan, penelitian ini merekomendasikan percepatan diplomasi sengketa batas, digitalisasi pengawasan melalui teknologi drone, serta pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM untuk memperkuat loyalitas nasional. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi pada kajian hubungan internasional mengenai tata kelola perbatasan fungsional yang menyeimbangkan kontrol kedaulatan dengan dinamika interaksi sosial-ekonomi lintas batas.
Referensi
Anandra, S. F., & Kusumawardhana, I. (2023). Tapal Batas Sang Garuda: Pendekatan Indonesia Dalam Diplomasi Dan Konflik Perbatasan Dengan Malaysia. TheJournalish: Social and Government, 4(4). https://doi.org/10.55314/tsg.v4i4.686
Andaryadi, S. (2025). Kolaborasi Dalam Tata Kelola Perbatasan Di Indonesia Menggunakan Perspektif Keimigrasian: A Bibliometric Analisys. Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian, 8(1). https://doi.org/10.52617/jikk.v8i1.673
Andreas, P. (2003). Redrawing the Line: Borders and Security in the Twenty-first Century. In International Security (Vol. 28, Number 2). https://doi.org/10.1162/016228803322761973
Anna Yulia Hartati, Ali Martin, & Mario P. Rebelo Soares. (2022). Penguatan Strategi Keamanan Manusia Di Perbatasan Mota Ain (Indonesia) Dengan Batugade (Timor Leste). KEMUDI : Jurnal Ilmu Pemerintahan, 6(02). https://doi.org/10.31629/kemudi.v6i02.3220
Arikunto Suharsimi. (2013). Prosedur penelitian suatu pendekatan praktik. In Jakarta: Rineka Cipta.
Atem, & Niko, N. (2020). Persoalan Kerawanan Pangan pada Masyarakat Miskin di Wilayah Perbatasan Entikong (Indonesia-Malaysia) Kalimantan Barat. Jurnal Surya Masyarakat, 2(2).
Bangun, B. H. (2017). Konsepsi Dan Pengelolaan Wilayah Perbatasan Negara: Perspektif Hukum Internasional. Tanjungpura Law Journal, 1(1). https://doi.org/10.26418/tlj.v1i1.18331
Creswell, J. W. (2014). Research Design Qualitative, Quantitative and Mixed Methods Approaches (4th ed.). Thousand Oaks, CA Sage. - References - Scientific Research Publishing. Sage Publications.
Datul, S., Maghi, Y. N., & Arman, Y. (2024). Sengketa Perbatasan Pulau Sipadan-Ligitan Antara Indonesia Dan Malaysia. Jurnal Kajian Ilmiah Interdisiplinier, 8(8).
Djuyandi, Y., Husin, L. H., Mustofa, M. U., & Iriansyah, M. N. (2023). Penguatan Masyarakat Di Wilayah Perbatasan Sebagai Bentuk Pertahahan Negara: Pengalaman Dari Kecamatan Entikong, Kalimantan Barat. Dharmakarya, 12(1). https://doi.org/10.24198/dharmakarya.v12i1.38312
Donnan, H., & Wilson, T. M. (2021). Borders: Frontiers of identity, nation and state. In Borders: Frontiers of Identity, Nation and State. https://doi.org/10.4324/9781003084815
Elyta, E. (2017). Perdagangan Gula Ilegal di Wilayah Perbatasan Entikong Indonesia dan Malaysia. Sosiohumaniora.
Keohane, R. O. (2005). After hegemony: Cooperation and discord in the world political. In After Hegemony: Cooperation and Discord in the World Political.
Manafe, C. (2019). Strategi Diplomasi Pertahanan Indonesia – Korea Selatan Dalam Memperkuat Pertahanan Negara. Defendonesia, 4(1). https://doi.org/10.54755/defendonesia.v4i1.80
Martinez, O. J. (1994). The Dynamics of Border Interaction: New Approaches to Border Analysis. In Global Boundaries.
Muhammad Mutawalli Sya’rawi, Muhammad Arief Hamdi, & Tony Mirwanto. (2025). Penegakan Hukum Keimigrasian Dalam Mengurangi Angka Pekerja Migran Indonesia Nonprosedural Di Perbatasan Indonesia-Malaysia. Journal of Social and Economics Research, 7(2). https://doi.org/10.54783/jser.v7i2.1000
Neuman, W. L. (2014). Social Research Methods: Qualitative and Quantitative Approaches (7th ed.). Pearson Education Limited. Teaching Sociology, 30(3).
Newman, D. (2006). The lines that continue to separate us: Borders in our “borderless” world. Progress in Human Geography, 30(2). https://doi.org/10.1191/0309132506ph599xx
Scott, J. W. (2012). European Politics of Borders, Border Symbolism and Cross-Border Cooperation. In A Companion to Border Studies. https://doi.org/10.1002/9781118255223.ch5
Silaban, J. F. O., & Suyanto, B. (2025). Evaluasi Efektivitas Kerja Sama Bilateral di Wilayah Perbatasan: Studi Terhadap Peran Joint Police Cooperation Committee (JPCC) Polri–PDRM Dalam GBC Malindo Periode 2022–2024. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia, 5(8). https://doi.org/10.59141/cerdika.v5i8.2774
Subagyo, A. (2021). Peran TNI dalam Mengamankan Wilayah Perbatasan Darat Indonesia-Malaysia. Insignia: Journal of International Relations, 8(1). https://doi.org/10.20884/1.ins.2021.8.1.2673
Sugiyono. (2018). Prof. Dr. Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta. Prof. Dr. Sugiyono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
United Nations Development Programme. (1994). Human Development Report: New Dimension Of Human Security (1994). In United Nations Development Programme 1994.
Windradi, F., & Wahyuni, N. (2020). Konsep Pengaturan Dan Ratifikasi Batas Kedaulatan Wilayah Laut Negara Kesatuan RI Dalam Perspektif Hukum Internasional. Transparansi Hukum, 3(1). https://doi.org/10.30737/transparansi.v3i1.666
Yin, R. K. (2018). Case Study Research and Applications: Design and Methods (6th ed.). SAGE Publications. Canadian Journal of Program Evaluation, 30(1).
Yovinus, Y. (2018). Quo Vadis Hubungan Bilateral Indonesia-Malaysia. Jurnal Academia Praja, 1(02). https://doi.org/10.36859/jap.v1i02.70.




1.png)